Penuh Haru! Curhatan Istri Djarot Melihat Perjuangan Suaminya, Dihina, Diusir hingga Akhirnya Kalah

Advertisemen
Hal itu yang selama ini dialami oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, terutama saat momen Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.

Heppy Farida, istri Djarot mencurahkan isi hatinya melalui akun Instagramnya @happydjarot melihat apa yang sudah dilakukan suaminya.

Pada postingan tersebut, Happy mengunggah foto sebuah berita di surat kabar harian Kompas 4 Mei 2017.

Ada kutipan pernyataan Djarot yang akhirnya membuat Happy semakin bangga dengan sosok suaminya tersebut.


"Pagi tadi saya membaca salah satu koran, ada kutipan tentang Bapak yang membuat saya dan anak-anak semakin bangga.

Pesan mendalam dari Bapak @djarotsaifulhidayat setelah pesta demokrasi kemarin, "Jiwa yang tenang akan mampu menghilangkan seluruh dendam, seluruh amarah, nafsu angkara murka". Jangan lupa senyum dan berbuat kebaikan maka kebaikan akan menghampiri kita.

Koran Kompas, 4 Mei 2017," caption yang dituliskan pada unggahannya, Kamis (4/5/2017).


Sontak netizen merespon postingan tersebut, mengungkapkan komentar bernada positif.

@irin_ria: "Love u Pak Djarot...org yg baik akan selalu menang di hati rakyatx pak...waktu yg akan berbicara. sangat menginspirasi..."

@sumi_1710: "Kami pun BANGGA BU..semoga Bapak menjadi teladan bagi para lelaki hebat di negeri ini yang menjunjung norma-norma agama dan hidup bernegara."

@ysetya69: "Saya jg bangga bu.jarang ada pemimpin yg kuat dgn sgala cobaan."

@megawatisugandhi: "Hanya orang yg tingkat iman yg tinggi yg dapat begitu tenang jiwanya, salam hormat u Pak Djarot n Bu Happy."

Bahkan ada netizen yang menyinggung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membaca pernyataan Djarot ini.

"Ini harus dikirim ke lembaga+lembaga negara terutama DPR..srh mrk belajar dari bpk ini," tulis @uenikeshine07.

Sebelumnya, kisah mengharukan bahkan menyedihkan juga datang dari putri Djarot.

Djarot menceritakan anaknya tiba-tiba ketakutan saat pagi-pagi akan berangkat sekolah.

Akibat penolakan kampanye yang disertai tudingan kafir terhadap dirinya, membuat anak bungsunya yang bernama Meisya Rizky Berliana, ketakutan dan sedih.

"Anak saya masih kelas 5 SD, waktu itu berangkat sekolah pagi-pagi itu takut. Ternyata malamnya menangis katanya bapak disebut kafir oleh banyak orang," ungkap Djarot, saat menghadiri diskusi di sebuah hotel di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017), dikutip dari Tribunnews.com.

Djarot pun selalu menenangkan istri dan anaknya agar tidak terlalu dipikirkan.

Ia hanya meminta istri dan anak-anaknya tetap sabar dan berdoa.

"Saya bilang (kepada istri dan anak-anak) yang menjaga ayah itu Allah SWT. Itu (yang menolak) saudara kita, teman ayah semua, maka doakan juga itu," ujar Djarot.

Menurut Djarot, peristiwa penolakan yang dialaminya pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta masih sangat kecil jika dibandingkan dengan cobaan yang dialami Nabi Muhammad SAW.

"Saya tidak ingin menyesal diberi hidup oleh Tuhan cuma sekali ini, karenanya saya dituntut untuk berbuat kebaikan dan keadilan," ujar Djarot.

Pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Djarot beberapa kali dihadang atau ditolak berkampanye di tempat yang dia kunjungi.

Umumnya, penolakan itu dikaitkan dengan cagub pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), karena diduga menodai agama.

Salah satu penolakan terjadi saat Djarot dilarang masuk ke Masjid At Tin, Jakarta Timur, pada Sabtu (11/3/2017).

Saat itu, Djarot sudah disoraki sejak dia turun dari mobilnya di halaman masjid tersebut. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)

sumber:tribunnews.com
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Geraba - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger