Mungkinkah Memasang Terminal Parkir Elektronik di Tanah Abang? Ini Kata Dinas Perhubungan

Advertisemen
Satu dari banyaknya faktor yang menyebabkan kemacetan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, adalah maraknya parkir liar.

Menempatkan Terminal Parkir Elektronik (TPE) terbukti bisa mengurangi praktik parkir liar di sejumlah tempat, seperti di Jalan H Agus Salim dan Ir H Juanda I, Jakarta Pusat.
Namun, mungkinkah menempatkan TPE di Tanah Abang yang notabene merupakan sentra perdagangan?

Ivan, Manajer Humas UP Perparkiran Dishubtrans DKI Jakarta mengatakan, terdapat sejumlah pertimbangan sebelum menempatkan TPE di suatu lokasi.

"Untuk menempatkan TPE ada aturan-aturan yang harus ditaati, sebelum menempatkan TPE di lokasi yang dianggap perlu untuk ditempatkan. Kami merujuk pada aturan Pergub Nomor 188 Tahun 2016 tentang Tempat Parkir Umum yang Dikelola Pemerintah," ungkap Ivan saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu (7/7/2017).

Pada pasal 1 ayat 14 Pergub DKI Jakarta Nomor 188 Tahun 2016 disebutkan, Kawasan Pengendalian Parkir adalah tempat parkir di badan jalan atau di luar badan jalan yang kondisi kepadatan lalu 

lintasnya telah mencapai titik ambang jenuh, yang dalam kawasan tersebut telah diberlakukan ketentuan pengendalian parkir sebagai pembatasan lalu lintas.

"Daerah yang cocok di tempatkan TPE harus sesuai pada aturan itu. Misalnya, pertama jalan tersebut bisa dilakukan pemungutan, yang kedua adalah intensitas atau volume kendaraan di lokasi tersebut bisa dijadikan lokasi parkir atau tidak. Ketiga, penempatan TPE juga harus dipertimbangkan ketersediaan anggarannya, karena membutuhkan investasi yang cukup besar pula. Kalau tidak efektif, untuk apa ditempatkan TPE," papar Ivan.

Ivan menjelaskan, menempatkan TPE di Tanah Abang memerlukan kajian, yang belum dilakukan oleh pihaknya. Namun, Ivan menyatakan, bila menempatkan TPE dinilai tidak cocok, pihaknya akan mencari alternatif lain.

"Artinya, bukannya kami menganggap Tanah Abang tidak cocok untuk menggunakan TPE. Dalam arti lokasi yang sudah ditempatkan TPE pasti sudah mengalami proses pengkajian terlebih dahulu," imbuh Ivan.

"Ada beberapa skema, dari pesimis, medium, hingga optimis. Tapi kalau kami rasa TPE kurang efektif di Tanah Abang, kami harus cari pola yang lain. Tanah Abang memang belum kami kaji, karena belum ada rencana untuk menempatkan di sana," paparya.

Ivan berharap, masyarakat bisa lebih menaati peraturan, agar memarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah disediakan, seperi di dalam gedung pusat perbelanjaan yang ada di Tanah Abang, sehingga terukur, efisien, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Geraba - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger