Mengadu karena Rusun Saudaranya Ditempati Orang Lain, Pria Ini Malah Dimarahi Ahok

Advertisemen
Tanggapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada warga yang mengadukan masalah pada Jumat (5/5/2017) pagi, sedikit berbeda.

Ahok yang menerima warga saat meminta rumah susun (rusun), justru memarahinya.
Peristiwa berawal saat warga yang bernama Franky, datang sekira pukul 08.12. Mengenakan kemeja biru, Franky langsung menceritakan bahwa dirinya ingin tinggal di rusun.

Franky mengaku pernah tinggal di Blok Mahoni, Tipar Cakung, Jakarta Timur, selama tiga bulan.

Rusun tersebut sebelumnya ditempati oleh saudaranya. Namun, saat itu saudaranya menetap di Kalimantan. Franky lalu menempati rusun tersebut.

"Saya ke luar dari rusun karena saudara saya katanya mau tempatin lagi. Tapi ternyata saudara saya belum pulang-pulang. Pas saya mau tempatin lagi sudah ditempatin orang lain," katanya.

Ia juga mengaku telah memiliki KTP rusun. Karena itu, ia meminta Ahok agar unit rusun itu bisa ia tempati kembali.Namun, mendengar cerita dan pengakuan Franky memiliki KTP rusun, Ahok justru curiga.

"Saudara bisa kita coret. Kalau kamu udah KTP rusun, yang ini minta rusun lagi, enggak bisa. Kamu tahu enggak kenapa saya ciptakan aturan pindah rusun harus ganti KTP rusun? Supaya kamu enggak gampang tipu saya," kata Ahok dengan nada tinggi.

Kasus tersebut menurut Ahok merupakan modus baru.

Sebab, jika penghuni rusun tidak menempati lagi, maka akan otomatis kehilangan hak tinggal. Hanya yang merupakan turunan aslinya yang diperbolehkan menempati rusun tersebut.

"Ini tuh bukan rumah, ini rumah inkubator buat nolong orang Jakarta yang enggak punya rumah. Kalau kamu kerja di Kalimantan, ya sudah kasih orang yang membutuhkan. Kalau anak kamu masih enggak mampu beli rumah, boleh tinggal. Kalau kayak gini enggak bisa pergi, kamu yang harus tinggal di sini," papar Ahok.

Karena itu, Ahok juga menegaskan bahwa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tidak diperbolehkan memberikan KTP menumpang di rusun, karena akan disalahgunakan.

Ahok pun langsung meminta stafnya untuk memeriksa seluruh penghuni rusun agar tidak ada lagi modus serupa.

"Lu suruh periksa siapa saja yang pindah KTP numpang ke KK rusun. Semua dikeluarin. Berarti lu modus baru. Karena saya buat kebijakan baru, semua orang punya KK 2 atau 3 di rusun dikasihkan rusun. Kecuali dia pas pindah satu set (KK). Mutasi kayak gini enggak bisa," tegasnya.

Setelah mendapatkan penolakan, Franky langsung meninggalkan lokasi dengan senyum kecut.

Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Geraba - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger