Jelang Pembacaan Putusan, Polisi Sterilisasi Ruang Sidang Ahok

Advertisemen
Ratusan personel polisi dan TNI melaksanakan proses sterilisasi ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017) petang.

Sterilisasi dilakukan sebagai persiapan sidang pembacaan putusan hakim kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di lokasi tersebut, Selasa (9/5/2017).
"Kita lakukan TWG (Tactical Wall Game) hari ini di sini," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto, di Gedung Kementerian Pertanian, Senin petang.

Tactical Wall Game merupakan media informasi digital yang terpasang di dinding mengenai prediksi situasi di lapangan terkait sidang vonis yang akan digelar pada Selasa pagi.

"Kita sampaikan pada personel, kita berikan arahan, penentuan posisi di mana saja, dan berbuat apa, sesuai tugas masing-masing. Intinya, kita siap semuanya," kata Rikwanto.

"Ini kita sudah setting semuanya, sekeliling gedung untuk sidang, kemudian jalan-jalan dimana keluar-masuk masyarakat, termasuk pengunjuk rasa," jelasnya.

Rikwanto menyampaikan, pihak kepolisian sudah menerima pemberitahuan, baik dari pihak yang kontra maupun mendukung Ahok, untuk datang ke lokasi sidang. Dia pun mempersilakan masyarakat datang.

"Sudah ada memang pemberitahuan kepada Polda Metro, akan ada datang untuk menyemarakkan katanya ya, dari kedua kubu, untuk bagaimana mengawal sidang. Silakan, undang-undang tidak melarang, hanya jangan dekat, karena memang sidang itu tidak boleh terintimidasi ataupun merasa berpengaruh dari kegiatan tersebut," ujar Rikwanto.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu mengatakan, pihaknya tidak menerima angka pasti mengenai jumlah pendukung kedua kubu.Meski demikian, polisi telah menyiapkan rencana pengamanan maksimal.

"Dari mereka ribuan ya, menurut pemberitahuan ya, tapi jumlahnya tidak pasti. Kita lihat besok saja, karena klaim itu kan bisa banyak dan bisa juga sedikit datangnya nanti," ujarnya.

Meski demikian Rikwanto mengatakan bahwa pihaknya tetap akan antisipasi, berapapun jumlah massa yang datang agar jangan sampai mengganggu jalannya sidang.

"Karena besok pembacaan keputusan dari hakim. Apapun keputusannya, yang kita pesankan adalah itu independensi hakim. Tidak ada kepentingan dari pihak pengamanan dan pihak-pihak lainnya, hanya kepentingan daripada sidang itu sendiri," papar Rikwanto.

Dia menambahkan, seperti sidang-sidang sebelumnya, pengunjung tetap diperbolehkan masuk ke ruang sidang.

Namun harus memakai tanda pengenal dan jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas ruang sidang.

Sebelum memasuki ruang sidang, polisi juga akan terlebih dahulu memeriksa barang bawaan pengunjung sidang.

"Sterilisasi (pengunjung) tetap dilakukan, pemeriksaan, jangan sampai ada yang niat-niat tertentu membawa benda berbahaya, itu juga tidak boleh masuk ruang sidang," ucap Rikwanto.

Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Geraba - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger