Isu Rumah Mewah, Presiden Buruh Bungkam, FSPMI dan KSPI Bongkar Fakta Sesungguhnya!

Advertisemen
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal sempat bungkam saat dikonfirmasi terkait beredarnya meme rumah mewah.

"Saya tidak ingin memberi komentar, jika ditanya mengenai kehidupan pribadi saya tidak mau menjawab," ujar Said Iqbal lewat telepon kepada TribunWow.com, Selasa (2/5/2017) lalu.
Menurutnya, tidak seharusnya masalah pribadinya disangkut-pautkan dengan organisasi buruh yang dipimpinny
Itulah sebabnya Iqbal tidak banyak bicara ketika kehidupan pribadinya diserang dan difitnah, karena baginya perjuangan kaum buruh ingin dipisahkannya dari kehidupan pribadinya.

Benar-benar bungkam terhadap isu rumah mewah yang dituduhkan miliknya adalah hasil uang buruh.
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan KSPI menanggapi isu yang beredar tersebut melalui siara pers pada Jumat (5/5/2017).

Mereka menduga meme tersebut bermaksud untuk melemahkan gerakan serikat pekerja di Indonesia.
Hal demikian ternyata bukan hanya sekali ini terjadi, karena upaya pelemahan seperti ini sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu.

"Fitnah itu untuk melemahkan perjuangan kaum buruh dengan harapan kepercayaan anggota dan buruh kepada pemimpinnya hilang," ungkap Juru Bicara Ketua Departemen Informasi, Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S Cahyono dalam siaran persnya.

Presiden FSPMI dan KSPI membantah membangun rumah dari iuran serikat pekerja.

Berikut fakta-fakta bahwa meme yang beredar adalah hoax.

1. Iuran serikat pekerja FSPMI dan KSPI diaudit oleh akuntan publik

Setiap tahun keuangan FSPMI selalu diaudit oleh akuntan publik yang tersumpah.

Selain diaudit, iuran serikat pekerja dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme organisasi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) dan Kongres.

Anggota mendapatkan laporan hasil audit akuntan publik tersebut, dan sebagai contoh di FSPMI diaudit oleh akuntan publik yang tersumpah tersebut sudah dilakukan dari 15 tahun yang lalu, jauh sebelum fitnah ini berseliweran.

Makanya anggota KSPI dan FSPMI tidak akan termakan fitnah ini.

Bahkan soliditas dan solidaritas perjuangan kaum buruh makin kuat, dan mereka tetap percaya kepada pemimpin buruh termasuk dengan Said Iqbal yang mereka percaya tidak akan memperkaya diri, termasuk memiliki rumah dari iuran buruh apalagi menjadi agen asing.

2. Alokasi hasil iuran

Dari iuran yang terkumpul peruntukannya adalah sebagai berikut:

60% didistribusikan ke seluruh Dewan Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, dan Konsulat Cabang di seluruh Indonesia, di 25 provinsi dan 150 kab/kota untuk menjalankan kegiatannya.

Selain itu, 12,5% untuk membayar honorarium staff full timer organisasi yang tersebar di 25 provinsi dan 150 Kabupaten/Kota, dan sisanya untuk berbagai kegiatan seperti rapat rutin nasional, konsolidasi di daerah-daerah, dan pendidikan swadaya dll.

Dari organisasi, Presiden KSPI dan FSPMI ini mendapatkan honorarium untuk pengganti transport dan uang makan sebesar 10 juta perbulan (sebelumnya 6 juta).


3. Status Said Iqbal

Saat ini Said Iqbal masih tercatat sebagai karyawan di perusahaan multi nasional dengan upah yang relatif tinggi dengan masa kerja hampir 30 tahun.

Istrinya juga memiliki usaha kontraktor kecil-kecilan.

Oleh karena itu, rumah yang dibangun Presiden KSPI dan FSPMI Said Iqbal berasal dari dana yang diperoleh secara halal dan baik

Dalam hal ini, Said Iqbal memiliki asset yang dimilikinya sejak 15 hingga 20 tahun lalu, yang baru-baru ini dijual dan harganya melonjak berkali-kali lipat karena letaknya yang strategis.

Selain itu, Said Iqbal bisa membangun rumah karena baru saja menerima dana pensiun dini dari tempatnya bekerja dengan nilai yang sangat lumayan.

Sebelumnya, sebuah akun atas nama @yona_yuni mengunggah sebuah meme rumah mewah Said Iqbal.

"Kita sebagai anggota KSPI/FSPMI patut mempertanyakan uang dari mana untuk bangun rumah dengan nilai milyaran rupiah sementara buruh wajib bayar iuran."

"Hidup masih kontrak, ataukah uang Pilkada Bekasi untuk bang OBON TABRONI yang dibagi-bagi untuk kepentingan pribadi."

Dalam meme tersebut juga tertulis mengenai potongan satu persen kepada para buruh FSPMI seluruh Indonesia untuk para pengurus.

"Kumpulkan iuran buruh FSPMI seluruh Indonesia, potong 1 persen untuk kegiatan dan para pengurus, khususnya Presiden nya."

"Rela atau Tidak Rela potong. Ngerti Tidak Ngerti potong. Biar Buruh yang kerja Pengurus yang Atur Pegang Duitnya." (sumber:TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)

Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Geraba - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger