Apa Kata Jokowi Soal Pemindahan Ibu Kota?

Advertisemen
Presiden Joko Widodo (Jokowi) diam-diam telah memberikan lampu hijau untuk melanjutkan kajian tentang pemindahan ibu kota negara kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Jokowi ternyata sangat serius atas gagasan yang sudah muncul sejak lama tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat wawancara khusus bersama detikFinance di kantornya, Jakarta.
"Setuju, beliau yang meminta untuk dibuatkan kajian yang lebih serius. Kan wacananya sudah ada pernah ke Jonggol terus berhenti. Terus ada Palangka Raya juga," ungkapnya seperti dikutip, Senin (8/5/2017).

Bambang memang telah memberikan laporan awal kepada Presiden Jokowi. Khususnya tentang kondisi Jakarta dan kemungkinan yang terjadi dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

Tahapan selanjutnya yang akan dilaporkan adalah terkait kandidat wilayah, calon ibu kota baru.

"Kita belum sampai kepada kriteria, untuk pendalaman kandidat wilayah. Karena perlu mengecek ketersediaan lahan yang sudah dikuasai oleh pemerintah," tukasnya.

Presiden Jokowi, kata Bambang juga menyoroti soal keberlanjutan. Artinya ketika pemerintah sekarang memutuskan untuk perpindahan ibu kota, maka pemerintah selanjutnya harus meneruskan realisasinya.

"Pak Presiden bilang ke saya, jadi ini bagaimana caranya kalau ada kesepakatan untuk memindahkan ibu kota, maka pemerintahan selanjutnya diteruskan Jadi Presiden juga concern masalah keberlanjutannya. Ini juga pada semua program. Enggak bisa negara ini diurus per lima tahun," paparnya.

Akan menjadi sangat berbahaya bila ketika pemindahan disepakati, namun di tengah jalan harus berhenti gara-gara pemerintahan berganti.

"Kan gawat kita sepakat mindahin pusat pemerintahan ke luar Jawa terus Presiden berikutnya kita tetap di Jakarta. Kan ya enggak bagus sinyalnya. Kan enggak mungkin proyek besar selesai dalam lima tahun," tegas Bambang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat wawancara khusus bersama detikFinanceMenteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat wawancara khusus bersama detikFinance Foto: Maikel Jefriando
Bambang meyakinkan bahwa ini tidak hanya sekedar wacana. Kajian terlebih dahulu akan dibuat dengan sangat komprehensif sehingga bisa melahirkan sebuah keputusan, baik diterima maupun ditolak.

"Kita ingin supaya gagasan ini tidak hanya tinggal gagasan. Di Bappenas kita siapkan kajian yang komprehensif supaya ada pengambilan keputusan," jelas Bambang.

"Kalau datanya nggak lengkap, mana berani orang mengambil keputusan. Nah kita ingin sekomprehensif mungkin. Bahwa akhirnya nggak juga nggak masalah tapi paling nggak bisa mengambil keputusan," tukasnya.

Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Geraba - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger